Minggu, 15 Agustus 2021

Mengenal Apa Itu Iklan PPC Google Adwords

Mungkin bagi sebagian diantara Anda yang ingin bisnis-nya go online sudah pernah mendengar iklan PPC atau Google Adwords. Model iklan seperti apakah itu? Bagaimana cara kerjanya? Apakah efektif ?
Nah di artikel kali ini kita akan membahasnya dalam bahasa yang bisa dipahami oleh pemula. Tapi sebelum kita membahas pengertian Google Adwords, ada baiknya kita mengenal istilah PPC terlebih dahulu.

APA SIH IKLAN PPC ITU?
Posisi Google Adwords
PPC adalah singkatan dari Pay-Per-Click, yang kalau diterjemahkan dalam bahasa Indonesia artinya bayar per klik. PPC merupakan salah satu metode beriklan di internet yang paling populer, dimana pengiklan (advertiser) hanya membayar jika ada yang klik iklannya.
Selain PPC, ada juga sebenarnya metode PPM (Pay Per Impression), yaitu bayar per kemunculan (biasanya per 1,000 kali kemunculan).

Nah, Google Adwords merupakan penyedia terbesar layanan iklan PPC dan PPM di dunia hingga saat ini, dengan pendapatan fantastis hingga milyaran US Dollar!
EFEKTIFITAS DAN MANFAAT MENGGUNAKAN GOOGLE ADWORDS
Beriklan di internet menggunakan Google Adwords memiliki keunggulan tersendiri, beberapa di antaranya adalah:
Lebih Cepat Daripada SEO
Capek dengan SEO yang tidak juga membuahkan hasil? Dengan Adwords, iklan website Anda bisa langsung muncul di halaman pertama Google hanya dalam hitungan jam atau hari (selama tidak melanggar ketentuan layanan Adwords)


Tertarget dan Fleksibel
Selaku pengiklan, Anda bisa mengatur budget per hari, siapa yang hendak ditarget, dari negara mana, behavior-nya seperti apa, di jam dan hari apa saja.


Jangkauan Iklan yang Luas
Google memliki banyak network dengan trafik gila-gilaan: Youtube, Gmail, aplikasi Android, dll. Di luar itu, masih banyak blog dan website yang menjadi network partner dari Google, yang artinya mereka bersedia menampilkan iklan Anda yang “dioper” oleh Google.


CARA KERJA IKLAN PPC GOOGLE ADWORDS
Skema iklan PPC, termasuk Google Adwords, setidak-tidaknya melibatkan 3 pihak:
1. Penyedia teknologi/ platform – kalau mau beriklan, maka harus mendaftar ke pihak ini. Dia-lah yang memiliki teknologi, aturan, dan biaya iklan dibayarkan kepadanya. Dalam hal ini Google adalah pemilik teknologinya.
2. Pemilik website/ blog – iklan-iklan Anda nanti akan muncul di website atau blog mereka, biasa disebut juga dengan istilah network atau jaringan.

3. Pengiklan/ advertiser – yaitu orang yang mau beriklan di internet menggunakan Adwords.
Kurang lebih, seperti ini skemanya:

Skema Google Adwords PPC
Jika ingin menggunakan layanan Google Adwords, langkah awal adalah membuat akun terlebih dahulu di http://www.google.com/adwords. Setelah login, nanti Anda akan masuk ke sebuah halaman dashboard yang digunakan untuk setting bugdet, materi iklan, analisa jumlah klik yang didapat, jumlah budget yang telah dihabiskan, dan lain sebagainya.
HAL-HAL LAIN YANG PERLU ANDA KETAHUI

1. Iklan Adwords tidak hanya berupa text saja seperti ini:
iklan-adwords-berupa-text
Tapi bisa juga berupa banner seperti ini (alias GDN, Google Display Network):
iklan-adwords-gdn
2. Sistem yang digunakan adalah bidding.
Misalnya gini, Anda ingin saat orang search “sepatu online” di Google, maka iklan website Anda ikut muncul. Nah, Anda bersedia bayar berapa jika ada visitor yang klik?
Kenapa pakai bidding? Karena kompetitor Anda dan banyak website lainnya juga pasti ada yang pakai Adwords, sedangkan Google terbatas menampilkan iklannya. Itulah sebabnya pakai bidding dan rotasi. Artinya, semakin besar Anda berani bid (bayar), maka semakin besar peluang iklan Anda muncul dan semakin tinggi posisinya.
Itulah yang bikin Google kaya raya ðŸ™‚
3. Bisa Munculin Alamat, Telepon, dan Sitelink
Ini contohnya:
Ekstensi Pada Adwords
4. Bisa Remarketing
Apa itu remarketing?
Misalnya begini, ada orang yang baru saja buka dan melihat-lihat website Anda. Setelah itu dia close, lalu melihat-lihat website lain. Nah, iklan website Anda tetap bisa muncul di website lain yang dia buka itu, sehingga “membuntuti” terus visitor tersebut, dengan tujuan meningkatkan brand awareness.
konsep-remarketing
URUS SENDIRI ATAU PAKAI PENYEDIA JASA GOOGLE ADWORDS?
Kalau Anda punya waktu untuk mempelajari segala kerumitannya, mengikuti update-update terbaru Google Adwords, atau tim digital marketing yang in-house di perusahaan Anda yang mengatur segalanya, maka boleh saja untuk melakukan sendiri campaign Adwords Anda.

Tetapi jika Anda tidak memiliki waktu untuk itu semua, maka menggunakan digital marketing agency yang menyediakan layanan iklan Google Adwords merupakan salah satu opsi yang bisa dipertimbangkan. Semoga artikel ini bisa membantu bisnis Anda menjadi lebih berkembang lagi.

Kamis, 21 Januari 2021

BAB 7 SURAT NIAGA KOMBIS KELAS X BDP

 Pengertian Surat Niaga – Syarat, Jenis, Macam, Fungsi, Contoh

Pengertian Surat Niaga – Syarat, Jenis, Macam, Fungsi, Contoh : Surat niaga merupakan surat yang dibuat atau ditulis untuk kepentingan bisnis atau perdagangan. Surat niaga merupakan jenis surat yang dikeluarkan oleh perusahaan ataupun badan-badan usaha dalam rangka menjalankan usahanya.

Pengertian Surat Niaga

Surat niaga merupakan surat yang dibuat atau ditulis untuk kepentingan bisnis atau perdagangan. Surat niaga merupakan jenis surat yang dikeluarkan oleh perusahaan ataupun badan-badan usaha dalam rangka menjalankan usahanya. Surat niaga juga merupakan surat resmi yang umumnya berisi mengenai tawaran, jual-beli yang ada hubungannya dengan barang ataupun jasa.

Atau definisi surat niaga yang lainnya ialah sebuah surat yang dibuat oleh orang-orang ataupun oleh suatu badan usaha dengan bertujuan untuk mencari keuntungan. Surat niaga ini bisa bersifat intern maupun ekstern, secara intern dapat diartikan surat ini dapat dipakai untuk berhubungan antar perusahaan itu sendiri baik itu dari tingkat pusat sampai pada cabangnya.

Dan jika secara ekstern surat ini dapat dipakai untuk berhubungan dengan perusahaan atau badan usaha lain. Surat niaga juga sering disebut dengan surat dagang atau surat bisnis.

Syarat penulisan Surat yang Baik

  • Ditulis dengan teknik penyusunan yang benar
    1. bagian-bagian surat diurutkan sesuai dengan jenis surat yang akan dibuat
    2. pengetikan yang benar, jelas, bersih, serta rapi
    3. kertas sesuai dengan ukuran yang baku (kuarto/folio), jenis kertas HVS, warna (putih, kuning, biru muda, dan merah jambu)
    4. penggunaan bentuk surat (style) yang lazim
  • Isi surat dinyatakan dengan ringkas, jelas, dan eksplisit sehingga penerima surat dapat memahami isinya dengan tepat sehingga penerima dapat memberikan tanggapan yang tepat pula.
  • Bahasa surat disusun sesuai dengan kaidah yang baku (ejaan, diksi, kalimat, dan paragraf), jelas, ringkas, lugas, sopan, dan komunikatif.
  • Faktor pendukung yaitu memahami:
    1. masalah yang akan dikemukakan
    2. peraturan menegnai masalah tersebut
    3. posisi serta bidang penulis surat dan penerima surat

Jenis-Jenis Surat Niaga

Salah satu jenis surat niaga yaitu surat pesanan surat ini merupakan surat yang berasal dari pembeli yang dikirimkan kepada penjual yang isinya berupa pesanan untuk membeli sejumlah produk ataupun memesan suatu jasa tertentu. Adapun beberapa yang perlu diperhatikan dalam membuat surat pesanan diantaranya seperti:

  1. Yang pertama, menyebutkan surat pemesanan berdasarkan dari surat penawaran ataupun iklan dan lain sebagainya.
  2. Yang kedua menyebutkan jenis dan jumlah produk atau jasa yang akan di pesanan, lebih baik dibuatlah dalam bentuk daftar supaya lebih mudah saat mengeceknya.
  3. Yang ketiga menyebutkan bagaimana cara pengirimannya.
  4. Yang keempat menyebutkan cara dari pembayarannya.
  5. Yang kelima menyebutkan waktu pengirimannya yang dikehendaki.
  6. Yang keenam menyebutkan cara pengepakan atau packingnya.

Macam – Macam Surat Niaga

Surat niaga ada beberapa macam, diantaranya seperti dibawah ini:

Surat Perjanjian Jual – Beli

Surat perjanjian jual- beli adalah akta surat tertentu yang haur ditanda tangani dan harus dibuat secara sengaja, dan juga harus dipakai sesuai dengan keperluan apa surat tsb.

Surat Perjanjiaan Sewa Menyewa

Salah satu contoh surat perjanjian adalah surat perjanjian sewa menyewa. Surat perjanjian sewa menyewa dibuat oleh dua pihak, yaitu pihak penyewa dan pihak yang menyewakan. Surat perjanjian ini memuat pernyataan tertulis mengenai kesepakatan sewa menyewa yang disetujui kedua belah pihak dan ditandatangani oleh saksi-saksi.

Surat perjanjian pada umumnya memuat identitas resmi kedua pihak yang hendak melakukan transaksi. Surat perjanjian pada umumnya juga mencantumkan pasal-pasal yang berisi hak, kewajiban, dan kesepakatan yang harus dipatuhi oleh pihak-pihak yang melakukan transaksi. Pada bagian akhir surat perjanjian, harus dicantumkan tanda tangan dan nama terang pihak-pihak yang melakukan transaksi serta tanda tangan saksi-saksi yang menyaksikan perjanjian transaksi.

Surat Penawaraan

surat penawaran (offerte) adalah surat yang dibuat penjual yang berisikan penawaran dan penginformasian barang dagangan ditujukan kepada colon pembeli baik atas permintaan calon pembeli maupun atas inisiatip penjual sendiri.

Jika surat penawaran dikirim berdasarkan surat permintaan penawaran dinamakan surat balasan permintaan penawaran. Biasanya surat penawaran tersebut kurang kuat kedudukannya karena surat penawaran yang dikirimkanakan dibandingkan dengan surat penawaaran dari peusahaan lainnya.

Sebaliknya, jika surat penawaran yang dikirimkan itu tanpa adanya permintaan penawaran, dalam penyusunan surat lebih leluasa untuk mempromosikan barang yang ditawarkan. Penjual akan lebih aktif menawarkan barang-barangnya agar lebih dikenal. Surat penawaran atas inisiatif sendi biasanya digunakan untuk mempromosikan barang-barang baru.

Surat Permintaan Penawaraan

Surat permintaan penawaran adalah surat yang berasal atau dikirimkan calon pembeli kepada penjual tau peusahaan. Isinya meminta informasi mengernai barang yang diperlukan/ diinginkannya.

Berdasarkan surat permintaan penawaran , pihak penjal akan membalas permintaan tersebut dnega surat balasa n permintaan penawaran. Biasanya surat balasan permintaan penawaran dilampiri daftar harga, atau booklet sebafai bahan perimbangann lain dengan maksud untuk mencar harga yang sesuai dnga kemanpuan keuangan dan keinginan calom pembeli.

Bahasa surat harus disusun dengan kalimat yang jelas dan lengkap agar penjualan atau perusahaan mudah memahami dan mengerti mengenai kriterian barang yang mereka inginkan. Dalam surat permintaan penawaran yang resmi, biasanya calon pembeli meninta keterangan- keterangan sebagai berikut:

  1. Nama, jenis, model, tipe, ukuran, kualitas, kemampuan ,dan harga barang.
  2. Cara pengiriman barang,
  3. Syarata pembayaran,
  4. Contoh barang,
  5. Pelayanan purnajual

Surat Pesanan

Surat pesanan merupakan surat yang ditulis calon pembeli dan ditujukan kepada pedagang, penjual, atau produsen dengan maksud untuk memesan baran-barang yang diperlukan. Surat pesanan ini mempunyai kedudukan yang kuat dalam komunikasi bisnis karena datangnya dari pembeli yang sudah pasti untuk transaksi jual beli. Surat ini dapat dibuat  karna inisiatif sendiri atau adanya penawaran dari penjual.

Seorang pedagang atau penjual setelah menerima surat pesanan harus merespon dan menyelesaikannya dengan segera. Hal ini berkaitan degan syarat-syarat penawaran yang ditetapkan. Oleh karena itu, dalam membalas surat pesanan diperlukan kecepatan dan kejelasan, apakah pesanan dapat diterima atau tidak dapat dipenuhi.

Pokok-pokok isi surat pesanan meliputi hal-hal berikut.

  1. Menyebutkan criteria barang yang dipesan dengan jelas, seperti nama, jenis, merk, tipe, ukuran, kualitas, model dan warna barang yagn dipesan.
  2. Menyebutkan syarat pembayaran dan penyerahan barang
  3. Kesanggupan melakukan pembayaran
  4. Cara pengiriman barang yang diinginkan
  5. Batas waktu pengiriman barang pesanan.

Surat Pengaduaan

Surat pengaduan  (klaim) adalah surat pemberitahuan kepada penjual mengenai ketidaksesuaian barang-barang yagn dikirimkan pesanan disertakan dengan tuntutan penyelesaiannya.

Untuk mengajukan tuntutan harus dikemukakan  alasan-alasan yang kuat dan masuk akal. Tanpa alasan yang kuat penjual tidak akan memenuhi tuntutan itu. Tuntutan yagn kita ajukan dapat berupa ganti rugi dan langsung ditujuan kepada penjual. Tetapi kika kerugian tersebut  terjadi dalam pengangkutan atau dalma gudang, maka tuntutan dapat dialihkan kepada pihak-pihak tersebut.

Sebelum mengajukan tuntutan, pemesan harus meneliti secara seksama letak kekurangan atau kerusakan barang-barang pesanan tersebut disertai dengan bukti-bukti kuat.

Dengan cara itu, kita sebagai pemesan dapt memperoleh kejelasan tentang siapa yang di tuntut dan mengganti kerugian atas barang pesanan itu. Hal ini untuk menghindari terjadinya kesalahan yang lebih fatal. Agar tidak terjadi pengalihan tuntutan dari satu pihak kepihaklain, maka dalm membuat surat klaim harus diperhatikan unsur-unsur,

seperti:kuatnya alasan,menunjukan letak kekuarangan dan kerusakan , mermpunyai bukti-bukti yang sah, disampaikan dengan tidak emosi dan tetap menjaga etika bisnis serta tetap menunjang tinggi keadilan dan kebenaran. Apabila sudah jelas kepada siapa tuntutan tersebut ditujukan, selanjutnuya dan mengajukan pengaduan dengan tuntutan dapat berupa:

  1. pembatalan pembelian barang,
  2. permintaan penggantian barang dengan biaya ditanggung yang bersangkutan,
  3. permintaan ganti rugi sebesar kerugian yang diderita, serta
  4. permintaan potongan harga.

Surat Kuasa

Surat kuasa adalah surat yang berisi pelimpahan wewenang dari seseorang atau pejabat tertentu kepada seseorang atau pejabat lain. Pelimpahan wewenang dapat mewakili pihak yang memberi wewenang.

Penggolongan surat kuasa :

·         Surat kuasa formal
-cirinya : bermaterai (6000)
-contoh : surat kuasa tanah, surat kuasa suatu usaha

·         Surat kuasa non formal
-tidak perlu memakai materai
-contoh: surat warisan, surat wasiat

Fungsi Surat Niaga

Adapun fungsi dari surat niaga diantaranya sebagai berikut:

  • Sebagai bukti nyata hitam di atas putih, khususnya surat-surat perjalanan.
  • Sebagai alat pengingat, sebab surat dapat diarsipkan dan dapat dilihat lagi jika memang dibutuhkan.
  • Sebagai duta ataupun wakil penulis untuk berhadapan dengan lawan bicaranya.
  • Sebagai pedoman kerja dalam menjalankan tugas.
  • Sebagai alat promosi.
  • Sebagai bahan untuk mengambil suatu keputusan.
  • Sebagai bukti dari sejarah.

 

Kamis, 07 Januari 2021

Memahami Pelanggan

Memahami Pelanggan : Mengapa dan Bagaimana ?

Perusahaan yang baik adalah yang berusaha memahami pelanggannya. Sebaliknya, perusahaan yang tidak berusaha memahami pelanggannya adalah perusahaan yang buruk. Mengapa demikian? Sebab, dengan tidak memahami pelanggan, suatu perusahaan akan menjalankan bisnis secara “sia-sia”. Mereka menjual produk yang tidak dibutuhkan pelanggan; menyediakan jasa yang tidak diinginkan pelanggan. Atau, kalau mereka menjual produk dan jasa yang sangat dibutuhkan pelanggan, mereka memberikan pelayanan secara asal-asalan. Kalau pelanggan bertransaksi dengan mereka, itu karena pelanggan tidak punya pilihan lain. Seandainya perusahaan yang tidak disukai pelanggan itu mempunyai kompetitor yang memahami pelanggannya, pasti pelanggan akan berbondong-bondong pindah dari perusahaan tersebut dan beralih ke sang kompetitor.

Berdasarkan uraian di atas, jika suatu  perusahaan ingin terus bertumbuh dan berkembang—baik dari sisi pendapatan dan perolehan keuntungan—maka mau tidak mau, perusahaan tersebut harus memonopoli pasar. Jika tidak bisa, maka perusahaan harus betul-betul memahami pelanggannya sehingga pelanggan tetap menjadi pelanggan dan tidak berpaling ke kompetitor yang memiliki pemahaman yang lebih baik tentang pelanggan.


Pertanyaan sekarang : bagaimana cara memahami pelanggan ?
Untuk memahami pelanggan, yang harus dilakukan ialah berusaha mencari tahu tentang mereka: apa jenis kelamin mereka, berapa usia mereka, di mana mereka tinggal, apa status perkawinan mereka, apa kesukaan mereka, apa hobi mereka, apa kebiasaan mereka, akun social media apa saja yang mereka miliki, akun social media apa saja yang paling sering mereka gunakan, bagaimana mereka melakukan pengambilan keputusan, di mana mereka melakukan pengambilan keputusan, pihak apa saja yang mempengaruhi mereka dalam pengambilan keputusan, dan lain sebagainya. Semakin banyak yang kita tahu tentang mereka, semakin baik.

Untuk bisa menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas, kita bisa melakukannya dengan dua cara: survei dan pengamatan.

Survei

Survei terdiri dari dua metode utama: kualitatif dan kuantitatif.

Apabila Anda memilih untuk melakukan survei jenis pertama, buatlah daftar pertanyaan sebanyak-banyaknya yang dengan jawaban atas pertanyaan-pertanyaan itu bisa membantu Anda dalam memahami pelanggan, membantu Anda dalam memahami "sesuatu" yang ada di balik perilaku pelanggan. Setelah selesai membuat daftar pertanyaan, lalu ajukan pertanyaan-pertanyaan tersebut kepada beberapa orang yang benar-benar mewakili pelanggan Anda.

Apabila Anda memilih survei jenis kedua, susunlah beberapa pertanyaan (jumlah pertanyaannya lebih sedikit dari pertanyaan survei kualitatif) yang betul-betul penting untuk Anda ketahui lalu ajukan pertanyaan-pertanyaan tersebut kepada para responden dari kalangan pelanggan Anda (jumlah responden harus lebih banyak dari responden dalam survei kualitatif).

Jawaban-jawaban yang muncul akan memberikan gambaran tentang pelanggan Anda dan gambaran tersebut bisa menjadikan Anda memahami pelanggan dengan lebih baik. Dua jenis survei di atas bisa dilakukan secara offline maupun online.

Pengamatan


Dengan mengamati pelanggan, Anda dapat melihat dan mendapatkan banyak informasi tentang perilaku mereka. Informasi seperti ketinggian optimal penempatan produk, lokasi produk, dan tata letak toko bisa diperoleh dengan mengamati reaksi dan perilaku pelanggan.

Jika berjualan online melalui website, Anda bisa melakukan pengamatan dengan memanfaatkan Google Analytics. Bila berjualan melalui Facebok Page, Anda bisa melakukan pengamatan melalui fitur yang ada dalam Facebook Insight dan Facebook Ads Manager. Demikian pula dengan media sosial lainnya, masing-masing memiliki tools yang bisa Anda gunakan untuk melakukan pengamatan terhadap pelanggan Anda.

Bahkan apabila Anda memiliki website yang difungsikan sebagai toko online dan dalam aktivitasnya Anda tidak hanya memanfaatkan SEO (Search Engine Optimization), tetapi juga SMO (Social Media Optimization), Anda bisa memadukan Google Analytics dan Social Media Analytics Tools sekaligus untuk membawa Anda kepada pemahaman yang lebih baik tentang pelanggan Anda.

Penutup

Pelanggan adalah raja, dan setiap raja pasti ingin dipahami dan dilayani dengan sebaik-baiknya. Terapkan kedua teknik di atas untuk memperdalam pemahaman Anda tentang pelanggan. Dengan memahami pelanggan, Anda jadi tahu bagaimana melayani pelanggan, menangani keluhan mereka, dan bagaimana menyediakan produk-jasa yang benar-benar dibutuhkan dan diinginkan pelanggan.

Memahami pelanggan, itulah salah satu yang harus Anda lakukan untuk memenangkan persaingan bisnis yang dari hari ke hari semakin ketat ini.(*)

Rabu, 02 Desember 2020

KKNI Level II Bisnis Daring dan Pemasaran

 

KKNI Level II Bisnis Daring dan Pemasaran

Skema Sertifikasi KKNI Level II pada Kompetensi Keahlian Bisnis Daring dan Pemasaran merupakan skema sertifikasi KKNI yang dikembangkan oleh komite skema BNSP bersama sama dengan Direktorat Pembinaan SMK. Kemasan kompetensi yang digunakan mengacu pada SKKNI yang ditetapkan berdasarkan Keputusan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia Nomor 389 Tahun 2013.

Skema sertifikasi ini digunakan untuk memelihara kompetensi lulusan Sekolah Menegah Kejuruan (SMK) dan sebagai acuan bagi LSP SMK dan asesor dalam pelaksanaan sertifikasi kompetensi keahlian Bisnis Daring dan Pemasaran.

Ruang Lingkup Skema Sertifikasi : 1. Ruang Lingkup : Bisnis Daring dan Pemasaran; 2. Lingkup penggunaan sertifikat: pada perusahaan, instansi, lembaga atau organisasi yang memiliki divisi atau berkaitan dengan bisnis daring dan pemasaran.

Tujuan Sertifikasi: 1. Memastikan kompetensi kerja KKNI Level II kompetensi keahlian Bisnis Daring dan Pemasaran; 2. Sebagai acuan dalam melaksanakan asesmen oleh LSP SMK dan asesor kompetensi.

Deskripsi. Jenis kemasan ini adalah kemasan KKNI yang merupakan kualifikasi kompetensi teknis dari siswa SMK. Kualifikasi ini merefleksikan peran individu dalam melaksanakan satu tugas spesifik, dengan menggunakan alat, dan informasi, dan prosedur kerja yang lazim dilakukan, serta menunjukkan kinerja dengan mutu yang terukur, dibawah pengawasan langsung atasannya. Memiliki pengetahuan operasional dasar dan pengetahuan faktual bidang kerja yang spesifik, sehingga mampu memilih penyelesaian yang tersedia terhadap masalah yang lazim timbul. Bertanggung jawab pada pekerjaan sendiri dan dapat diberi tanggung jawab membimbing orang lain.

Untuk mendapatkan KKNI Level II Bisnis Daring dan Pemasaran, kompetensi yang harus dicapai dengan total 25 ( dua puluh lima) yang terdiri dari: a. 5 ( lima ) Unit Kompetensi Umum dan Inti; b. 20 ( dua puluh ) Pilihan/Fungsional

Skema ini telah diperiksa oleh Mulyanto dan Mohammad Zubair ( bnsp) di Jakarta tanggal 28 Maret 2019. dan Pada hari kamis tanggal 18 April 2019 dilaksanakan acara pengesahan bersama 81 skema sertifikasi untuk LSP P1 SMK

Rincian Unit Kompetensi atau Uraian Tugas

NOKODE UNITJUDUL UNIT KOMPETENSI
KOMPETENSI UMUM DAN INTI
1KOP.RK01.001.01Mempersiapkan diri untuk bekerja
2KOP.RK01.002.01Berkomunikasi dengan target pelanggan
3KOP.RK01.003.01Mengidentifikasi respon pelanggan
4KOP.RK01.004.01Melaksanakan Pelayanan Pelanggan
5KOP.RK01.005.01Melakukan Konfirmasi keputusan Pelanggan
KOMPETENSI PILIHAN/FUNGSIONAL
6KOP.RK02.001.01Mengoperasikan Peralatan Transaksi di Lokasi Penjualan
7KOP.RK02.002.01Melakukan Transaksi Penjualan dengan pelanggan Anggota maupun non anggota
8KOP.RK02.003.01Melakukan Penyerahan Produk
9KOP.RK02.004.01Melakukan Proses Administrasi Transaksi
10KOP.RK02.005.01Melaksanakan dan Menjaga Kebersihan dan Ketertiban Lingkungan Kerja
11KOP.RK02.007.01Melakukan Proses Administrasi Pengelolaan Produk
12KOP.RK02.008.01Menemukan Peluang Baru dari Pelanggan
13KOP.RK02.011.01Melakukan Stock opname
14KOP.RK02.012.01Menata Produk
15KOP.RK02.013.01Melakukan Rencana Pembelian Produk
16M.702090.001.01Mengidentifikasi elemen pemasaran perusahaan
17M.702090.002.01Melaksanakan komunikasi efektif
18M.702090.003.01Melaksanakan penulisan bisnis (business writing)
19M.702090.004.01Melakukan pendekatan kepada calon pelanggan potensial
20M.702090.005.01Melaksanakan keterampilan penjualan
21M.702090.006.01Menyusun rencana aktifitas penjualan
22M.702090.007.01Mewujudkan kepuasan pelanggan
23G.46RIT00.053.1Memberdayakan Media Sosial untuk Menarik Pelanggan Ritel
24G.46RIT00.055.1Melakukan Aktivitas Pemasaran Digital untuk Bisnis
25G.46RIT00.064.1Menentukan Aplikasi Perdagangan Daring (e-commerce) Untuk Meningkatkan Penjualan dan Layanan Ritel

Pencapaian kompetensi. Skema KKNI Level II pada kompetensi keahlian Bisnis Daring dan Pemasaran dapat dicapai melalui pendekatan klaster dengan kemasan di bawah ini dan harus dicapai dalam 3 (tiga) tahun. Kemasan yang digunakan adalah sebagai berikut:

1. Klaster Kasir

NOKODE UNITJUDUL UNIT KOMPETENSI
1KOP.RK01.001.01Mempersiapkan diri untuk bekerja
2KOP.RK01.002.01Berkomunikasi dengan target pelanggan
3KOP.RK01.003.01Mengidentifikasi respon pelanggan
4KOP.RK01.004.01Melaksanakan Pelayanan Pelanggan
5KOP.RK01.005.01Melakukan Konfirmasi keputusan Pelanggan
6KOP.RK02.001.01Mengoperasikan Peralatan Transaksi di Lokasi Penjualan
7KOP.RK02.002.01Melakukan Transaksi Penjualan dengan pelanggan Anggota maupun non anggota
8KOP.RK02.003.01Melakukan Penyerahan Produk
9KOP.RK02.004.01Melakukan Proses Administrasi Transaksi
10KOP.RK02.005.01Melaksanakan dan Menjaga Kebersihan dan Ketertiban Lingkungan Kerja

2. Klaster Pramuniaga

NOKODE UNITJUDUL UNIT KOMPETENSI
1KOP.RK01.001.01Mempersiapkan diri untuk bekerja
2KOP.RK01.002.01Berkomunikasi dengan target pelanggan
3KOP.RK01.003.01Mengidentifikasi respon pelanggan
4KOP.RK01.004.01Melaksanakan Pelayanan Pelanggan
5KOP.RK01.005.01Melakukan Konfirmasi keputusan Pelanggan
6KOP.RK02.007.01Melakukan Proses Administrasi Pengelolaan Produk
7KOP.RK02.008.01Menemukan Peluang Baru dari Pelanggan
8KOP.RK02.011.01Melakukan Stock opname
9KOP.RK02.012.01Menata Produk
10KOP.RK02.013.01Melakukan Rencana Pembelian Produk

3. Klaster Operasional Pemasaran Produk dan Jasa

NOKODE UNITJUDUL UNIT KOMPETENSI
1M.702090.001.01Mengidentifikasi elemen pemasaran perusahaan
2M.702090.002.01Melaksanakan komunikasi efektif
3M.702090.003.01Melaksanakan penulisan bisnis (business writing)
4M.702090.004.01Melakukan pendekatan kepada calon pelanggan potensial
5M.702090.005.01Melaksanakan keterampilan penjualan
6M.702090.006.01Menyusun rencana aktifitas penjualan
7M.702090.007.01Mewujudkan kepuasan pelanggan
8G.46RIT00.053.1Memberdayakan Media Sosial untuk Menarik Pelanggan Ritel
9G.46RIT00.055.1Melakukan Aktivitas Pemasaran Digital untuk Bisnis
10G.46RIT00.064.1Menentukan Aplikasi Perdagangan Daring (e-commerce) Untuk Meningkatkan Penjualan dan Layanan Ritel

SKKNI 2011 – 316 Penetapan Rancangan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Sektor Perdagangan Bidang Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Untuk Jabatan Kerja Pelaksana Perdagangan Ritel Koperasi Menjadi Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia.

SKKNI 2013-389 Penetapan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Kategori Jasa Profesional, Ilmiah dan Teknis, Golongan Pokok Kegiatan Kantor Pusat Dan Konsultasi Manajemen, Golongan Konsultasi Manajemen, Sub Golongan Konsultasi Manajemen Area Kerja Pemasaran.

SKKNI 2018-16 Penetapan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia Kategori Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi dan Perawatan Mobil dan Sepeda Motor Golongan Pokok Perdagangan Besar, Bukan Mobil dan Sepeda Motor Bidang Ritel Modern.

Menerapkan Pembuatan Email

  Menerapkan Pembuatan Email Definisi Email Email adalah kependekan dari electronic mail. Jadi singkatan email berasal dari bahasa inggris y...