Selasa, 12 September 2017

MELAKUKAN UPDATE DAN DELETE DATA PADA APLIKASI BASIS DATA

MELAKUKAN UPDATE DAN DELETE DATA PADA APLIKASI BASIS DATA




I.      UPDATE DATA

A. TUJUAN PEMBELAJARAN

Setelah mempelajari modul ini siswa diharapkan dapat :
1. Menjelaskan langkah-langkah update pada Microsoft Access
2. Menjelaskan cara – cara update data
3. Memeriksa hasil update data

B.  LANGKAH – LANGKAH DALAM UPDATE DATA
                  Informasi merupakan suatu hal yang mengalami perubahan yang sangat cepat. Seiring meningkatnya jumlah informasi pada hidup atau bisnis, mungkin perlu menata ulang atau mendistribusikan ulang informasi yang telah ada. Penambahan kebutuhan dan informasi selalu terjadi dalam kehidupan manusia, begitu juga hal yang sama terjadi pada sebuah database. Adapun langkah – langkah dalam melakukan update atau pembaharuan data dalam sebuah database adalah :
1. Memilih field dan Record
Langkah pertama yang harus dilakukan adalah memiliki data sebelum melakukan editing pada sebuah jendela data sheet. Untuk memilih data atau record pada sebuah jendela datasheet dapat dilakukan dengan beberapa cara. Untuk lebuh jelasnya lihat pada table dibawah ini :
Pilihan
Perintah
Sebuah sel
Klik pada posisi sel tersebut
Beberapa sel
Drag drop pointer pada sisi kiri sel tersebut sampai melintas beberapa sel yang ingin anda pilih
Sebuah kolom
Klik pada posisi selector kolom
Beberapa kolom
Drag drop pointer pada posisi selektor kolom sesuai dengan kebutuhan
Sebuah Record
Klik pada posisi selector baris
Beberapa Record
Drag drop pointer pada posisi selektor baris sesuai dengan kebutuhan
Semua Record
ü Klik tombol selec All pada selector baris
ü Pilih perintah Selec All record dari menu edit
ü Tekan tombol ctrl+A pada keyboard

2. Memindahkan Insertion Point
Memindahkan insertion point atau data record dalam sebuah datasheet dapat dilakukan dengan menggunakan fasilitas yang ada pada perintah Go To dari menu Edit, panah atas, panah bawah, Page Up atau Page Down. Selain itu kita juga dapat memindahkan posisi record aktif dengan memilih tombol navigasi yang ada pada bagian bawah dari jendela datasheet sebuah table. Perhatikan tabel dibawah ini :
Pindah Ke
klik
Awal record
 First Record
Akhir record
 Last record
Record Sebelumnya
 Previus Record
Record beruikutnaya
 Next Record
Record Baru
 New Record
Record tertentu
 Atau tekan tombol F5 atau ketik nomoer Record yang Anda inginkan dan lanjutkan dengan menekan tombol enter

3. Menambahkan record
                  Penambahan record dalam sebuah database dapat dilakukan jika telah dibuat sebuah design database. Penambahan record ini dapat dilakukan dalam query maupun dalam form sebuah database. Adapun langkah – langkahnya adalah :
a. Update data melalui queries :
Ø  Buka program aplikasi basis data yaitu Ms. Access
Ø  Buka file dan pilih queries dengan cara klik dua kali file queries yang telah dibuat sampai muncul tampilan seperti gambar dibawah.
Ø  Masukkan data baru sebagai penambah maupun pengganti dari data yang telah ada.



 


 





                                                                                           Record
                                                                                                                                                     Baru

      b. Update data melalui Form
Ø  Buka program aplikasi basis data yaitu Ms. Access
Ø  Buka file dan pilih form dengan cara klik dua kali file form yang telah dibuat seperti gambar di bawah.
Ø  Masukkan record dengan cara sama dengan saat entry pertama kali.

            

4. Membahkan Field
  1. Buka file   à  Pilih Table Daftar
  2. Pilih Design View
  3. Sisipkan field baru (Contoh Nama_ortu) caranya sama dengan membuat field pertama kali.










 










  1. Klik Field Ket à  Klik Menu Insert à rows  
  2. Masukan nama field baru (contoh Asal_skl)











  1. Kemudian klik close dan Save OK
  2. Untuk menampilkan di queries, Klik Objects à pilih Nilai à klik à  design akan tampil jendela









  1. Pilih Field yang akan disisipi field baru kemudian klik insert à klik columns









Pada gambar diatas terbentuk columns kosong, lalu masukan field baru (Contoh Asl_skl) dengan mengklik panah drop down pada lalu pilih Asl_skl










  1. Kemudian klik close à Save à OK








10. Setelah selesai Anda dapat memasukan data berikutnya, sama seperti insert data awal.

C. EVALUASI
1. Apakah yang dimaksud dengan Program Microsof Access ?
2. Apa yang dimaksud dengan update data ?
3. Sebutkan cara – cara update data dalam Ms. Access !
4. Jelaskan cara update data melalui Form !

II.          MELAKUKAN DELETE DATA

A. TUJUAN PEMBELAJARAN

Setelah mempelajari modul ini siswa diharapkan dapat :
1. Menjelaskan langkah-langkah delete data pada Microsoft Access
2. Memeriksa hasil delete data

B.  LANGKAH – LANGKAH DALAM DELETE DATA
Penghapusan data dalam Microsoft Access (Basis Data) ada beberapa bentuk penghapusan, yaitu menghapus record, menghapus field dan menghapus table.

      1. Menghapus Record
                  Menghapus atau menghilangkan record dapat dilakukan dalam satu record maupun beberapa record sekaligus. Adapun langkah – langkah dalam menghapus record adalah :
a.                Buka table yang telah dibuat, kemudian pilih record yang akan dihapus. Dengan klik kanan pada selector record maka muncul beberapa pilihan. Apabila hendak menghapus record, pilih Delete Record. Atau bisa dilakukan dengan menekan tombol Delete pada keyboard. Bisa juga dilakukan dengan klik Menu Edit>Delete Record.
b.      Setelah memilih Delete Record,maka jendela dialog akan muncul, pilih Yes apabila yakin bahwa record tersebut harus dihapus, atau No apabila penghapusan tidak jadi dilakukan.
c.          Setelah proses penghapusan selesai, maka data akan berubah sesuai dengan perintah.

                

2.    Menghapus field
 Langkah-langkahnya:
a.       Buka file yang telah dibuat
b.      Buka tabel yang akan dihapus field-nya kemudian pilih Design View.
c.       Klik kanan selector field yang akan dihapus dan pilih Delete Row.
d.      Setelah selesai penghapusan, maka akan keluar jendela validasi, pilih Yes jika field yang ada akan dihapus secara permanen, atau No jika penghapusan tidak jadi dilakukan.
         

3.   Menghapus Tabel
Langkah-langkahnya:
a.       Buka jendela Database Object dan pilih Tables.
b.      Kemudian pilih yang telah dibuat dan yang akan dihapus.
c.       Klik kanan pada table yang akan dihapus, kemudian pilih Delete.
d.      Setelah selesai penghapusan, maka akan keluar jendela validasi, pilih Yes jika Tabel yang ada akan dihapus secara permanen, atau No jika penghapusan tidak jadi dilakukan

                 
Interaksi Dalam Ekosistem dan Contohnya

Ekosistem terbentuk karena adanya interaksi antar organisme dalam ekosistem serta interaksi dengan komponen abiotik disekitarnya. Adanya interaksi ini yang memungkinkan keseimbangan ekosistem dapat terjadi. Apabila telah tercapai keseimbangan ekosistem atau disebut juga kondisi homeostatis tercapai, maka sedikit perubahan tidak akan berakibat fatal pada kelangsungan hidup organisme dalam ekosistem. Berikut adalah penjelasan mengenai interaksi dalam ekosistem :
ads
Interaksi Antar Komponen Ekosistem
Ekosistem terdiri atas dua komponen yaitu komponen biotik dan komponen abiotik. Komponen abiotik menunjukkan benda mati dan kondisi lingkungan yang mendukung kehidupan makhluk hidup contohnya air, cahaya matahari, udara, iklim, cuaca, batu, tanah, dan sebagainya. Sedangkan komponen biotik menunjukkan makhluk hidup yang ada dalam ekosistem, termasuk manusia, hewan, dan tumbuhan. Interaksi antar komponen dapat terjadi berupa interaksi antar komponen abiotik, antar komponen biotik dan abiotik, dan antar komponen biotik.
  1. Interaksi Antar Komponen Abiotik
Komponen abiotik dalam suatu ekosistem akan mempengaruhi komponen abiotik yang lain. Interaksi ini membentuk hubungan timbal balik. Contohnya antara lain:
  • Intensitas cahaya yang makin tinggi akan menyebabkan penguapan air meningkat
  • Peningkatan suhu Bumi secara global menyebabkan es di kutub mencair dan volume lautan meningkat
  • Curah hujan yang tinggi membuat kondisi tanah lebih lembek dan mudah digali
  1. Interaksi Komponen Biotik dan Abiotik
Kebutuhan makhluk hidup dapat dipenuhi dengan bantuan dan dukungan dari lingkungan disekitarnya. Sebaliknya, keberadaan komponen biotik juga mempengaruhi kondisi lingkungan atau komponen abiotik. Beberapa contoh dari interaksi ini adalah:
Kondisi komponen abiotik sangat bergantung pada komponen biotik, terutama kegiatan manusia. Oleh karena itu sebaiknya manusia mulai menyadari bahaya tidak melestarikan lingkungan hidup. Sehingga kondisi homeostasis dalam ekosistem ini tidak terganggu.
  1. Interaksi Antar Komponen Biotik
Interaksi antar komponen biotik memiliki banyak contoh. Namun secara umum dapat dibedakan menjadi 2 yaitu interaksi intraspesifik dan interaksi interspesifik.
  • interaksi intraspesifik – ini terjadi apabila interaksi dilakukan antar individu dalam satu spesies. Contoh paling mudah adalah lebah madu. Dalam koloni lebah madu, terdapat sistem interaksi yang sangat teratur dengan pembagian lebah sesuai dengan tugasnya. Interaksi manusia dengan manusia lain dalam bermasyarakat juga termasuk kedalam interaksi intraspesifik
  • interaksi interspesifik – interaksi yang terjadi antara individu yang bukan dari spesies yang sama dalam satu ekosistem.
Diantara kedua interaksi tersebut, interaksi interspesifik memiliki bentuk yang bermacam-macam. Kategorinya adalah sebagai berikut:
  • Predasi dan herbivori- Predasi adalah hubungan antara predator dan mangsanya. Misalnya hubungan hewan mamalia singa (predator) dengan rusa (mangsa). sedangkan herbivori merujuk pada interaksi antara herbivora dan tumbuhan. Untuk penjelasan lebih lengkap tentang pengelompokan hewan dapat dibaca pada artikel hewan karnivora, herbivora, dan omnivora dan ciri ciri hewan karnivora, herbivora, dan omnivora
  • Kompetisi – hubungan yang terjadi dalam bentuk persaingan. Misalnya adalah persaingan antara singa dan cheetah di ekosistem padang rumput.
  • Netral – hubungan antara populasi dalam satu daerah dan masing masing populasi tidak saling mengganggu. Contohnya adalah populasi belalang dan cacing di ekosistem sawah.
  • Simbiosis – interaksi antara dua individu berbeda jenis yang saling hidup bersama
Simbiosis dapat dibedakan kembali menjadi:
  • simbiosis mutualisme – hubungan yang saling menguntungkan kedua belah pihak. Misalnya adalah simbiosis mutualisme antara organisme uniseluler golongan algae, zooxanthellae, dan karang. Tidak semua karang bersimbiosis dengan algae ini. Jenis jenis terumbu karang yang bersimbiosis dapat dibaca lebih jelas pada artikel sebelumnya.
  • simbiosis komensalisme – hubungan yang menguntungkan satu pihak namun tidak merugikan pihak lain. Misalnya tumbuhan anggrek yang tumbuh di cabang pohon untuk mendapatkan sinar matahari. Bunga anggrek diuntungkan karena mendapatkan sinar matahari yang optimal, sedangkan pohon yang ditumpangi tidak dirugikan.
  • simbiosis parasitisme – hubungan yang menguntungkan salah satu pihak, sedangkan yang lain dirugikan. Misalnya adalah benalu yang tumbuh di batang pohon.
Sponsors Link


Interaksi Dalam Ekosistem Sawah
Sawah merupakan salah satu contoh ekosistem buatan. Sebagian besar penduduk Indonesia mencari nafkah dengan cara bertani sehingga peran biologi dalam bidang pertanian perlu dipelajari. Seperti ekosistem pada umumnya, ekosistem sawah disusun oleh komponen biotik dan abiotiknya. Komponen biotik dan abiotik dalam ekosistem sawah antara lain:
  • komponen biotik : padi, jagung, ulat, belalang, laba laba, rumput liar, ular sawah, kangkung, cacing, genjer, dan kerang sawah
  • komponen abiotik : cahaya matahari, air, tanah, unsur hara, batu, angin
Beberapa bentuk interaksi dalam ekosistem sawah meliputi:
  • interaksi biotik dan abiotik – contohnya interaksi padi dengan komponen biotik seperti cahaya, air, dan udara
  • netral – dalam ekosistem ini yang termasuk interaksi netral yaitu interaksi antara belalang dan cacing, laba laba dan cacing, jagung dengan padi, juga tanaman kangkung liar dengan padi.
  • predasi – interaksi antara laba laba dengan belalang
  • herbivori – interaksi antara belalang dengan padi, interaksi ulat dengan padi
  • kompetisi – hubungan antara rumput liar dan padi ( bersaing memperebutkan air dan unsur hara)
  • simbiosis komensalisme – interaksi antara laba laba dengan padi, dimana laba laba sebagai pihak yang diuntungkan
  • simbiosis parasitisme – hubungan padi dengan keong racun
  • simbiosis mutualisme – hubungan antara padi dengan genjer. Genjer adalah sejenis tumbuhan ekosistem rawa yang juga biasa ditemukan di sawah. Genjer bersimbiosis mutualisme dengan padi karena dapat mengurangi bahaya logam berat bagi lingkungan yang terlarut diperairan sawah.
Sponsors Link

Setiap tingkatan organisasi kehidupan dalam ekosistem sawah saling berinteraksi dan menjaga keseimbangan ekosistemnya. Sayangnya kegiatan dan perilaku manusia itu sendiri justru membuat ekosistem terganggu. Beberapa kegiatan yang dilakukan manusia dalam bidang pertanian yang mengganggu ekosistem sawah adalah:
  • pemakaian pestisida secara berlebihan – penggunaan pestisida secara berlebihan justru meningkatkan kekebalan hama terhadap pestisida.
  • Memakai pupuk kimia secara terus menerus – pemakaian bahan kimia justru membuat tanah kehilangan unsur haranya. Hal ini sebenarnya dapat diatasi dengan menggunakan pupuk kandang dan menerapkan sistem rotasi tanam untuk mengembalikan unsur hara tanah
  • Pencemaran tanah dan air sungai – pengairan adalah hal yang paling penting dalam penanaman padi. Apabila air yang digunakan tercemar maka hal ini akan mengganggu kesuburan tanaman. Ini juga berlaku bagi sampah plastik. Dampak sampah plastik sangat mengganggu pertumbuhan tanaman padi.


Materi dan Perubahanya

KONSEP MATERI DAN PERUBAHANNYA

1.1 Mengelompokkan Sifat dan Jenis Materi
      Indikator :
  • Konsep materi dijelaskan sebagai sesuatu yang memiliki massa , menempati ruang dan dapat diraba
  • Sifat materi dikelompokkan berdasarkan sifat fisika dan kimia
Jenis materi dijelaskan sebagai wujud (fase) materi yang dapat dibedakan berdasarkan susunan  dan gerakan molekul penyusun materi.

Ringkasan Materi
Ilmu kimia mempelajari komposisi, struktur dan sifat dari materi, serta perubahan kimia yang terjadi dari materi satu ke yang lainnya.
Materi adalah segala sesuatu yang memiliki massa dan menempati ruang
Contoh: gula pasir, air, gas oksigen, LPG. Wujud materi: padat, cair dan gas
Sifat materi : sifat fisika dan sifat kimia
  1. Sifat fisika : sifat yang tidak mengubah sifat kimia suatu materi. Contoh : bau, kekerasan, titik didih, wujud  materi
  2. Sifat kimia : sifat yang mengubah sifat kimia suatu materi. Contoh : korosi, terbakar, meledak (terurai)
Wujud Materi : padat, cair dan gas
Padat dengan ciri-ciri :
  1. Kerapatannya sangat tinggi, jauh lebih tinggi daripada gas dan cairan
  2. Jarak antar partikel sangat dekat
  3. Merupakan fase yang terkondensasi
  4. Merupakan fase yang bisa dikatakan tidak terkompresi
  5. Mampu mempertahankan bentuknya
Cair dengan ciri-ciri :
  1. Mempunyai kerapatan yang lebih tinggi bila dibanding dengan gas, namun lebih rendah bila dibandingkan dengan padatan
  2. Jarak antar partikel lebih dekat
  3.  Merupakan fase yang terkondensasi
  4.  Merupakan fase yang bisa dikatakan tidak terkompresi
  5. Bentuk cairan akan menyesuaikan dengan wadahnya
Gas dengan ciri-ciri :
  1. Gas mempunyai susunan molekul yang berjauhan, kerapatan rendah/tidak memiliki volume dan bentuk tetap/selalu bergerak dengan kecepatan tinggi
  2. Campuran gas selalu uniform (serba sama)
  3. Gaya tarik-menarik antarpartikel dapat diabaikan.
  4.  Laju suatu partikel selalu berubah-ubah tapi laju rata-rata partikel-partikel gas pada suhu tertentu adalah konstan
  5. Gas dapat dimampatkan
  6. Gas dapat dalam bentuk atom tunggal seperti golongan gas mulia (He, Ar, Xe), diatomic (H2, O2, F2), dan senyawa (NO, CO2, H2S)
1.2 Mengelompokkan Perubahan Materi
     Indikator :
  • Perubahan materi dikelompokkan menjadi perubahan kimia dan perubahan fisika
  • Perubahan materi yang terjadi di lingkungan dikelompokkan berdasarkan sifat zat yang dihasilakn dalam perubahan tersebut 
Ringkasan Materi
Perubahan materi : perubahan fisika dan perubahan kimia.
  1. Perubahan fisika adalah perubahan materi tidak terbentuk zat baru. Materi hanya berubah wujud. Contoh es (padat) di tempat terbuka menjadi cair (cair), kapur barus berubah wujud menjadi gas, lilin meleleh.
  2. Perubahan kimia adalah perubahan materi dengan terbentuknya zat baru. Contoh: singkong menjadi tape, nasi menjadi basi, lilin menyala 

Gejala terjadinya perubahan kimia:
  • Terjadi perubahan warna, misalnya; buah menjadi masak, besi berkarat, roti menjadi gosong, dan lain-lain.
  • Terjadi perubahan suhu, misalnya; singkong menjadi tape, kedelai menjadi tempe, karbid disiram air, dan lain-lain.
  • Terbentuk gas, misalnya; kertas dibakar, kompor menyala, karbid disiram air, sampah membusuk, dan lain-lain.
  • Terbentuk endapan, misalnya; susu menjadi basi, minyak menjadi tengik, batu kapur disiram air, dan lain-lain.
Pemanfaatan perubahan materi:
q  Perubahan fisika
          - pengolahan gula dari tebu
          - garam dari air laut
          - pengolahan bahan bakar minyak dari minyak mentah
q  Perubahan kimia
          - proses peragian
          - pembuatan obat-obatan
          - industri tekstil, cat, pupuk, pestisida, sabun, detergen
 1.3 Klasifikasi Materi
 Indikator :
  • Materi atau benda di alam diklasifikasikan menjadi zat tunggal (unsur, senyawa) dan campuran (homogen dan heterogen)
  • Materi atau benda di alam diklasifikasikan menjadi zat tunggal (unsur, senyawa) dan campuran (homogen dan heterogen)
  • Unsur logam dan unsur non logam dibedakan berdasarkan sifat-sifatnya disertai masing-masing tiga (3) contoh.
  • Campuran dan senyawa dibedakan berdasarkan sifat-sifat disertai masing-masing tiga (3) contoh

Rangkuman Materi
I.    Zat Tunggal (Zat Murni)
ü  Zat tunggal adalah suatu zat yang komposisinya terdiri atas zat-zat dengan sifat kimia yang sama.
ü  Zat tunggal (zat murni) terdiri dari sejenis materi.
Contohnya : karbon, belerang, oksigen, air, alkohol
A.            UNSUR
·         Unsur adalah zat tunggal yang tidak dapat diuraikan lagi secara kimia menjadi zat-zat lain yang lebih sederhana.
·         Unsur merupakan zat tunggal yang paling sederhana dari materi.
Contohnya : H, C, N, P, Fe, Au, Mg
Unsur yang dikenal sampai saat ini 118 unsur= 94 unsur alam dan sisanya buatan. Jumlah unsur oksigen di alam terbanyak yaitu 21% di udara, 90% di air, 50% dalam kulit bumi dan 60% dalam tubuh manusia.
Berdasarkan sifatnya unsure dibagi menjadi unsure logam , unsure bukan logam dan semi logam . Ciri-ciri golongan logam adalah keras, pada suhu kamar berwujud padat kecuali raksa (Hg), bersifat konduktor, mengkilap, kenyal, memiliki daya rentang, elastic, dan dapat ditarik (Au, Al, Ag, dan Na. Ciri-ciri golongan non logam adalah bersifat isolator kecuali karbon bersifat semiknduktor, tidak mengkilap, rapuh, umumnya berwujud gas ( gas oksigen, gas klor dan gas helium). Unsure metaloid  adalah unsure peralihan dari logam ke non logam sehingga sebagian mempunyai sifat logam dan sebagian sifat bukan logam (B, Si, As dan Ge)
B.     SENYAWA
v  Senyawa terbentuk oleh perikatan kimia dari dua atau lebih jenis unsur.
v  Sifat suatu senyawa berbeda dengan sifat unsur penyusunnya.
Contohnya : senyawa CO2(g), H2O(l) dan NaCl(s)

II.    Campuran
Campuran adalah materi yang terdiri atas 2 (dua) atau lebih zat dan masih mempunyai sifat zat asalnya.
Contohnya : larutan garam, air lumpur, santan
ü  Permasalahan : Apa perbedaan bersenyawa dengan bercampur?
No.
Senyawa
Campuran
1

2


3


4
Cara pembuatannya merupakan peristiwa kimia
Perbandingan massa zat pembentuk senyawa harus tetap dan tertentu
Sifat partikel-partikel pembentuk senyawa tidak ada lagi
Partikel-partikel pembentuk senyawa sukar dipisah-pisahkan lagi
Cara pembuatannya merupakan peristiwa fisika
Perbandingan massa zat pembentuknya dapat beubah-ubah

Sifat partikel pembentuknya masih ada

Partikel-partikelnya mudah dipisahkan lagi




Menerapkan Pembuatan Email

  Menerapkan Pembuatan Email Definisi Email Email adalah kependekan dari electronic mail. Jadi singkatan email berasal dari bahasa inggris y...